MENJADIKAN TELEVISI SEBAGAI MEDIA HIBURAN-EDUKASI YANG AMAN UNTUK DINIKMATI

 

Sekarang ini, Indonesia sedang dalam era pancaroba, dimana ketika memasuki gerbang zaman globalisasi yaitu masa dimana segala bidang kehidupan berada diambang tinggal landas seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini tidak mengecualikan kemajuan yang begitu pesat dalam berbagai bidang termasuk salah satunya industri hiburan, apalagi hal ini salah satunya dipicu oleh ambisi mengejar rating di hati masyarakat.

Tidak seperti zaman nenek moyang dahulu, masyarakat kita sekarang ini disuguhi berbagai macam media hiburan dari panggung hiburan hingga media yang lebih bersifat personal seperti televisi. Hadirnya televisi di tengah hiruk pikuk kehidupan ini dapat membangkitkan gairah masyarakat mulai dari perkotaan hingga pelosok-pelosok desa. Apalagi sekarang stasiun-stasiun televisi swasta banyak bermunculan mewarnai layar kaca dengan suguhan-suguhan yang lebih memanjakan pemirsanya. Bahkan setiap pengelolanya berebut “prime time “(waktu tayang terbaik) demi mendapat tempat spesial di hati pemirsanya.

Memang hadirnya televisi pada sebuah rumah tangga bukan menjadi kebutuhan mewah lagi. Hal ini terbukti bahwa yang dulunya televisi hanya bisa dinikmati kaum elite saja, namun sekarang rakyat jelata pun juga memiliki televisi. Jadi televisi merupakan media entertainment yang sudah merakyat dan digandrungi berbagai kalangan.

Banyak sisi positif yang dapat diambil dari televisi salah satunya sebagai media informasi yang aktual. Namun fakta berkata lain, tanyangan tak senonoh pun bebas tayang. Hal inilah yang menimbulan keprihatinan dan keresahan pada banyak pihak terlebih-lebih orang tua yang mayoritas anak-anak mereka adalah konsumen televisi. Hal ini lebih diperparah lagi karena anak merupakan seseorang yang belum berusia 18 tahun/ termasuk mereka yang masih dalam kandungan (berdasarkan UU No.23 Th.2002 tentang Perlindungan Anak) masih memiliki pola pikir labil yang cenderung bersifat terbawa arus.

Sebenarnya keluhan orang tua terhadap pengaruh pertumbuhan putra-putri mereka bukan hal yang baru lagi. Telah lama resiko tayangan televisi yang kurang selektif menjadi bahan perbincangan publik terutama kalangan orang tua yang mengkhawatirkan pengaruh tayangan tersebut terhadap pertumbuhan putra-putrinya.

Pada kenyataanya, anak-anak rata-rata menghabiskan waktu lebih dari tiga jam duduk di depan layar televisi, padahal porsi tayangan khusus anak-anak biasanya tayang sekitar dua jam pada sore harinya karena setiap pagi jam tayang acara anak-anak selalu berbenturan dengan jam sekolah. Dari sini dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa anak-anak menonton televisi lebih lama dari porsi tayangan anak-anak yang mereka tonton tiap harinya kecuali full day for kids, hari Minggu. Jadi jam selebihya dalam menonton televisi digunakan untuk tayangan lain yang mungkin mereka pilih dengan kurang selektif.

Sementara itu, penelitian yang pernah dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) pada Maret 1997 mengungkapkan bahwa persentase acara televisi khusus anak-anak hanya sekitar 2,7 persen hingga 4,5 persen dari total tayangan televisi yang mewarnai layar kaca. Ironisnya lagi, negara kita ini tergolong sebagai negara yang memiliki piramida penduduk muda dimana jumlah penduduk muda/non produktif lebih banyak dari jumlah penduduk usia produktif.

Berbagai paket acara untuk memanjakan pemirsanya mulai dari sinetron, film, tayangan berita maupun reality show selalu ditampilkan eksklusif oleh pihak pengelola televisi. Disini, pihak televisi menayangkannya hanya bertolak dari segi entertainment atau bahkan hanya bertolak dari segi bisnis di dunia hiburan. Dari kesemuanya itu mereka hanya berusaha menghadirkan hiburan-hiburan segar yang dapat menghilangkan kepenatan setelah beraktivitas tanpa ada maksud untuk meracuni pemirsanya dengan” black list” tayangan tersebut. Namun demikian, secara ekspisit maupun inplinsit mereka tidak menyadari telah menyisipkan gambaran kekerasan, kriminalitas, pornografi dan pornoaksi maupun western culture yang kadang bertentangan dengan adat ketimuran yang selalu kita junjung. Titik-titik hitam inilah yang terkadang lebih mudah mengendap di benak anak-anak. Contoh riilnya dapat kita lihat dari kerentanan emosi anak-anak dalam penyelesaian masalah dengan temannya seperti dalam kalimat, “Awas kalau macam-macam akan saya smack down kamu!”. Mereka akan lebih memilih jalan kekerasan seperti gelagat jagoan-jagoan yang beraksi di layar televisi seperti yang mereka tonton. Sebagaimana hasil audio-visualisasi mereka akan melakukannya dalam kehidupan nyata seperti kasus yang menimpa Raju-Armansyah pada 31Agustus 2005 lalu. Tak ayal pula televisi sering dijadikan kambing hitam terhadap kasus-kasus seperti ini

Tidak mustahil pula, akhir-akhir ini kasus kriminalitas yang melibatkan anak-anak sebagai tersangkanya semakin meningkat di negeri ini, contohnya kasus pencabulan yang dilakukan pemuda kencur terhadap teman sepermainannya ataupun tetangga mereka yang juga masih dibawah umur. Inilah merupakan dampak nyata dari aktualisasi makna negatif yang tersirat dalam tayangan televisi yang tanpa disadari dihadirkan oleh pihak pengelola televisi sebagai pengusaha di kancah industri hiburan. Dari kekerasan di atas anak-anak akan cenderung berbuat dengan emosi yang lebih agresif. Hal ini pulalah yang menyebabkan bertambahnya tingkat “juvenile delinquency” di tanah air.

Dalam masa pertumbuhan setiap anak selalu mengalami beberapa kecenderungan antara lain:

  1. kecenderungan untuk meniru

  2. kecenderungan untuk mencari idola

  3. kecenderungan mencoba hal-hal baru, dan

  4. kelabilan emosi .

Faktor-faktor tersebutlah yang salah satunya jadi bumerang kesalahan dalam apresiasi terhadap tayangan televisi yang mereka tonton, sehingga angka kenakalan remaja terus mencuat. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa kecenderungan di atas sering dilakukan dalam rangka pencarian jati diri pada diri mereka.

Menurut Dr. Primadi Tabrani dalam tulisannya yang berjudul ” Televisi Dan Pengaruh Terhadap Kreatifitas” mengatakan bahwa televisi sudah sering menjadi kambing hitam dalam berbagai krisis yang terjadi di masyarakat, baik di negara maju maupun di negara berkembang, anak-anak menjadi malas belajar dan berpikir, kehilangan inisiatif dan imajinasi, sering mengantuk saat belajar di sekolah, masyarakatpun kepribadiannya tertular budaya luar yang cenderung berkembang ke arah konsumerisme. Dari dampak diatas yang paling memprihatinkan adalah rendahnya minat baca akibat gencarnya tayangan telivisi. Padahal, membaca begitu mempengaruhi prestasi belajar di sekolah karena dalam kurikulum pendidikan di negara kita, Kurikulum Berbasis Kompetensi menuntut siswa untuk belajar aktif salah satunya dengan membaca. Dengan televisi anak-anak hanya menerima matangnya saja tanpa mau mengolah mentahnya dengan membaca sumber lain yang relevan.

Hal ini bukan berarti orang tua yang protektif pada anak-anaknya harus mengeliminir televisi dari rumahnya, namun kiranya mereka harus bertindak bijaksana untuk melindungi putra-putrinya salah satunya dengan memfilter terlebih dahulu tayangan yang cocok untuk buah hati mereka.

Salah satu opini publik menyatakan bahwa pelajaran agama sebagai bekal hidup anak-anak adalah tugas guru, pemuka agama, orang tua, hal itu memang benar. Namun hal ini tiadalah arti tanpa adanya tanggung jawab pihak pengelola televisi yang seharusnya menayangkan program edukatif. Bukankah ini salah satu fungsi televisi?

Bertolak dari hal di atas, program anak seharusnya benar-benar difilter agar makna negatif tak tercerna oleh anak-anak. Selain itu, pengalokasian waktu harus benar-benar diperhatikan karena anak memiliki kewajiban utama yaitu belajar. Hak sebagai anak harusnya juga diindahkan agar pengelola televisi tidak seenaknya menayangkan yang tidak senonoh mengingat filter dan gaya pikir anak yang masih kental dengan buaian arus kehidupan ini.

Disinilah, saya mengetuk nurani pihak pengelola televisi agar turut sebagai penyukses program mencerdarkan bangsa mengingat televisi tidak hanya sebagai media hiburan namun juga sebagai media pendidik. Demi pencapaian hal itu, tentu saja pengelola televisi bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia dan Lembaga Sensor untuk turut ambil bagian dalam memerangi racun mematikan televisi, apalagi jika RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi benar akan disahkan, tidak salah lagi filter noda hitam televisi di negara kita akan lebih solid karena telah memiliki kaidah berpayung hukum yang jelas.

Namun untuk mendukung kesuksesan hal tersebut, peran orang tua yang bijaksana dan responsible yang senantiasa mengarahkan dan memperhatikan anaknya dalam masa pertumbuhan, harus mampu membangun benteng agama yang kokoh sejak dini pada buah hati mereka. Dengan rem cakram inilah, anak akan belajar mengendalikan diri untuk menjadi generasi yang mempunyai input maupun output yang unggul.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan momentum ini untuk bersama-sama memperbaiki diri! Maka dari itu, akar permasalahannya bukanlah siapa yang berkuasa, siapa yang salah dan harus mempertanggungjawabkannya, siapa mengatur siapa. Namun permasalahannya adalah hal ini merupakan tanggung jawab semua pihak, apalagi dengan Demokrasi Pancasila di Indonesia setiap kebebasan harus bertanggung jawab. Maka dari itu, semua pihak harus segera melakukan koreksi terhadap kesalahan itu. Berangkat dari hal ini, secara bersama-sama mari kita mengkaji ulang tayangan di televisi dan mencari langkah terbaik untuk menyajikan televisi yang bukan hanya sebagai sarana hiburan, melainkan juga sarat akan misi mencerdaskan dan mencerahkan bangsa!

Komentar bertahan »

PIYUZZ !!

 

HOMESICK

 

Dingin embun pagi

Merayap…..

Menyingkap sekujur mimpi

Oooh, Dikau tak lenyap

Hangat gores mentari

Datang…..

Menerobos poros sanubari

Hmm, Dikau tak terbang. Tak hilang….

Sampai kapanpun, juga TAK AKAN!!!!

Desir bayu senja

Bertebar rasa penuh pesona

Mengelus-elus angan di dada

Namun, tak jua Dikau kulupa

Bisik rayu rembulan

Berhias dendang yang gemetaran

Kian terngiang-ngiang di pendengaran

Tetap!!

Tak jua Dikau terlewatkan

Tapi….

Waktu mengalun gontai. Lunglai…

Dan smakin santai

Buatku tersiksa. Nista…..

Dan kian tak berdaya

Fajar-senja-malam tak hilir berganti

Bujuk arteri ‘tuk berhenti

Apa Dikau mengerti??

Ku seorang diri disini

Hari ini, esok hari dan

Entahlah kapan lagi

Meratapi ramai dalam sepi

Tertawa renyah, menangis indah

Semuanya dalam sunyi

Ku coba sembunyi

Lari…

Bahkan pergi

Namun, Dikau tetap membayang

Melayang…

Dan smakin ‘asoy’ bergoyang

Ku akui…

Berpijar-pijar rindu ini

Berkobar-kobar sayang ini

Cinta ini…..

Nafsu ini…..

Yang tak sempat sampai bahkan terobati

Hingga kini dan nanti

Atau kapan hari

Kan slalu ku tunggu

Irama waktu yang sempatkanku

Memeluk…..

Mencumbu mesra dirimu

-Oh, Keluargaku-

Gambiran,25112007

8.52 pm

Komentar bertahan »

HOBY BERSEPEDA YANG MULTIFUNGSI

 

Bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang bisa diartikan dalam banyak maksud, mulai dari sekedar hoby, olahraga, sarana mendulang prestasi maupun sumber mata pencaharian. Dewasa ini, seiring dengan pesatnya teknologi terutama dalam bidang transportasi, alat transportasi darat semakin beragam. Mulai dari sepeda yang dianggap paling sederhana hingga yang paling mewah, yakni mobil. Jika kita lihat fenomena saat ini, pamor sepeda jauh terbenam apabila dibandingkan dengan alat trasportasi darat yang berada satu tingkat diatasnya, yaitu sepeda motor. Apalagi sekarang pangsa pasar sepeda motor di Indonesia semakin meningkat seiiring dominasi “mochin” yang membanjiri pasar lokal. Selain harganya yang tidak terlampau tinggi jika dibandingkan harga sepeda motor merk ternama, proses pembayarannya pun semakin mudah yaitu dengan sistem angsuran/kredit. Berbeda halnya jika dibandingkan dengan sepeda, animo masyarakat akan lebih tertuju untuk membeli sepeda motor dengan sistem kredit daripada membeli sepeda secara tunai. Hal inilah yang salah satunya menyebabkan pamor sepeda di tanah air semakin menurun. Selain itu, sepeda dianggap kurang efisien jika ditinjau dari segi tenaga dan waktu.

Berdasarkan keprihatinan atas fenomena yang terus menggerus eksistensi sepeda, di sejumlah kota/kabupaten di tanah air banyak didirikan komunitas bersepeda dengan tujuan untuk memdongkrak kembali pamor sepeda. Seakan komunitas yang diilhami oleh para penggemar sepeda ini tidak megnhiraukan kemerosotan pamor sepeda pada masyarakat kita saat ini. Bahkan komunitas-komunitas ini berlomba-lomba untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas komunitasnya. Cara yang ditempuhnya pun beragam mulai dari sosialisasi pada masyarakat ataupun pengkaderan penggemar olahraga sepeda melalui event kejuaraan atau funbike. Terbukti pada tahun 2003 menjadi tahun kebangkitan pamor sepeda dengan meningkatnya event-event sepeda gunung di Indonesia.

Bersepeda dalam suatu komunitas merupakan kegiatan yang banyak memberikan manfaat baik secara personal, komunitas, masyarakat, lingkungan alam, bahkan untuk negara tercinta. Jika hoby bersepeda dilakukan secara perorangan tentu saja manfatnya akan dinikmati individu pelaksananya saja. Namun, bebeda halnya dari manfaat yang diperoleh bersepeda dalam komunitas. Berikut gambaran sederhana manfaat kegiatan bersepeda dalam suatu komunitas:

  • Personal

- meningkatkan kesehatan baik jasmani maupun rohani, contonya bersepeda yang treknya offroad/lintas alam maka kita dapat mengakui kebesaran karunia Tuhan

- dapat bertukar pikiran dengan rekan satu komunitas, mempererat tali silaturahmi

  • Komunitas

- mempersolid tali silaturahmi antar anggota komunitas

- memacu pengkaderan generasi olahraga bersepeda

- meningkatkan mutu SDM bersepeda

  • Masyarakat, jika komunitas mengadakan funbike/touring maka dapat berinteraksi dengan masyrakat sekitar, antara lain

- bertukar pikiran dengan masyarakat, mempererat silaturahmi

- memberi nilai tambah dalam segi sosial ekonomi bagi penduduk sekitar

  • Lingkungan alam, komunitas bersepeda biasanya juga ikut menyukseskan program sosial antara lain,

- penghijauan kawasan lingkungan yang disinggahi

- melalui rute offroad membuat anggota komunitas sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan alam

  • Negara

- dapat mengharumkan nama bangsa dari prestasi olahraga bersepeda

- memperkokoh solidaritas nasional

- memperkuat kepercayaan luar negeri bahwa Indonesia layak sebagai tuan rumah event bersepeda sehingga ada surplus devisa

  • Lain-lain, prospek pemasaran (produsen-distributor-pasar-konsumen) produk sepeda lokal dapat terus meningkat seiiring cerahnya pamor olahraga sepeda tanah air.

Dari gambaran di atas, hoby bersepeda yang dipojokkan dan dianak-tirikan ternyata jika disalurkan secara terarah akan dapat membawa segudang manfaat. Dapat kita bandingkan jika hoby bersepeda dilakukan secara perorangan dan rame-rame dengan rekan satu komunitas. Tentu saja, rame-rame bersepeda, rame-rame pula manfaatnya. Jika Anda penggila bersepeda, mengapa tidak rame-rame bersepeda ?

“pernah diikutkan dalam lomba esai POLYGON’S BIKE GOES TO SCHOOL 2006″

Komentar bertahan »

RESENSI TEEN-LIT

 MENGGAPAI BINTANG PERSAHABATAN

 

Judul Novel

: Seperti Bintang

 

Novel remaja ini bercerita seputar kehidupan muda-mudi saat ini yang mengambil setting kemewahan ibukota, Jakarta. Pada bagian pertama novel ini, penulis melukiskan karakter para tokoh utamanya. Tokoh utama novel ini berjumlah empat orang remaja cewek yang sudah menjalin persahabatan sekitar tiga tahun sejak mereka duduk di bangku tingkat pertama SMU YPC. Matahari belum lagi menyapa pagi, tapi cewek bernama lengkap Amanda Hasan, hidupnya sudah dimulai sejak sebelum matahari terbit. Itulah Mandy, panggilan akrabnya, cewek berperawakan jangkung dan berkulit gelap itu harus menjalani rutinitas latihan sebagai perenang sejak berusia empat tahun. Setiap hari, Mandy yang bergabung dalam klub Tirta Air ini harus rutin latihan setiap pukul setengah lima pagi dan pukul empat sore. Suatu rutnitas yang membuatnya jenuh karena menjadi perenang bukanlah keinginan pribadinya, namun hanya paksaan dari Ayahnya.Walaupun melalui renang telah mengharumkan namanya, Mandy tetap menjalani aktivitas ini dengan setengah hati. Berbeda halnya dengan April, cewek berbadan kurus ini punya tugas rutin, yaitu menjemput tiga sahabatnya untuk berangkat sekolah bersama-sama. Teman-temannya sering bilang April loading-nya lambat karena dia membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna sesuatu. Maka dari itu, tiga sahabatnya menyebutnya “tulalit”. Orang pertama yang April jemput adalah Mandy karena jarak rumah Mandy dengan kompleks rumahnya tidak begitu jauh. Sedangkan orang kedua yang dijemput adalah Lala, cewek centil, bawel, bertubuh paling mungil diantara mereka dan berambut pendek itu selalu lincah dan nampak ceria. Yang terakhir dijemput adalah Niken. Cewek paling sempurna tidak hanya berwajah cantik, penampilannya matching, dan berotak encer pula. Perfeksionis, itulah sebutan Niken.

Keempat cewek yang kini tengah menunggu pengumuman kelulusan itu harus rela bolak-balik ke sekolah untuk mempersiapkan acara prom night dua minggu lagi. Dalam novel ini, penulis menyajikan konflik-konflik remaja yang tidak jauh beda dari realita kehidupan remaja saat ini. Masalah bermula dari ide miss hore, Lala yang menantang ketiga sahabatnya berlibur ke Pulau Dewata.Ide-idenya memang selalu di luar dugaan, tapi temannya tidak menyangka bakal segila ini.Mereka mulai beradu atas usul Lala untuk pergi ke Bali naik mobil April. Kontan semua pihak menolaknya. Niken diajak pergi ke Anyer oleh pacar barunya, Kafka. Pacar yang selalu dirahasiakan dari teman-temannya. Mandy yang atlet renang,harus rutin latihan renang karena bulan depan ada kejuaraan. April sulit minta izin pada orang tuanya yang begitu protektif,apalagi ke Bali!Cewek semua lagi.

Ternyata di menit-menit akhir, keempat sahabat ini menyanggupi tantangan Lala. Alasan mereka hanya satu, yaitu mereka mungkin tidak akan berlibur bersama lagi karena akan kuliah di tempat berbeda.Dimulailah perjalanan liburan mereka yang selalu diwarnai gelak tawa, foto-foto seru, dan cerita seru sepanjang jalan, namun kemudian satu demi satu rahasia terbongkar.Persahabatan mereka terancam hancur karena masing-masing merasa dibohongi. Lala kabur dari rumah karena orang tuanya akan bercerai.Niken cemburu karena Kafka selingkuh dengan cewek lain. Mandy berhenti renang karena prestasinya terus menurun. April yang tidak tahu apa-apa juga kena imbasnya.

Ending ceritanya begitu mengesankan, keempat sahabat ini mengakui kesalahan selama ini, jika persahabatan yang mereka jalin hanya dibangun di atas sikap saling tertutup dan penuh kebohongan.Akhirnya, mereka berjanji untuk mempertahankan bintang persahabatan walau jarak memisahkan, Niken kuliah di Negeri Paman Sam, April di Bandung, Mandy masuk asrama atlet, dan Lala bertahan di Jakarta.

Regina Feby, sebagai Teenlit Writer 2005, mampu menghidupkan jalan cerita dan membangun suasana persahabatan yang sayang jika tidak diikuti. Alur cerita novel ini mudah diikuti sehingga menggiring pembaca untuk menekuni klimaks cerita yang terus memuncak.

Tiada gading yang tak retak, dibalik kelebihan di atas, penulis secara tak sadar telah memasukkan pola pikir ke dalam benak remaja yang cenderung menyukai hidup glamours, hura-hura, dan lari dari kenyataan yang menyakitkan tanpa mau untuk berusaha.

Terlepas dari kekurangan itu, hadirnya novel berjudul Seperti Bintang dapat menambah perbendaharaan novel Indonesia. Novel ini teramat sayang jika kita lewatkan begitu saja. Novel ini tak hanya memberi sumbangan bagi dunia sastra, namun juga telah memberi amanat pada pembacanya tentang makna persahabatan yang akan rusak jika dibangun diatas sikap introvert.

 

Komentar bertahan »

POTENSI BUAH INDONESIA PERLU DIOPTIMALKAN

 Buah-buahan berpredikat “Bangkok” kini merajai dunia. Hal inilah yang tampak mendominasi pasaran dewasa ini, secara kuantitatif pangsa pasarnya juga tinggi. Perkembangan buah-buahan di Negeri Gajah Putih ini dimulai dari perkembangan pusat penelitian, kebun percobaan, dan kerjasama yang solid antar pakar-pakar terkait. Tugas dari pakar ini adalah mengumpulkan informasi (bentuk,sifat,kualitas)buah-buahan yang ada untuk menghasilkan bibit-bibit unggul. Pemerintah Thailand juga mengirimkan ahlinya untuk belajar dan mengikuti training di Chantaburi, pusat penelitian dan pengembangan buah tropis terbesar di dunia. Hasilnya disebarkan ke petani buah secara gratis. Selain itu sebagai produsen buah berkaliber internasional, pengelolaan buah diawasi oleh para ahlinya menggunakan teknologi maju, didanai modal besar untuk memenuhi standardisasi ekspor. Bagaimana dengan petani buah Indonesia? Petani buah Indonesia masih tergolong tradisional. Buah-buahan di Indonesia kebanyakan hanya ditanam sebagai tanaman pekarangan. Apalagi kegiatan ini hanya sebagai usaha sampingan sehingga produksi buah Indionesia dilihat penampilan fisiknya relatif jelek, kualitasnya rendah dan mudah busuk. Ironisnya lagi, petani buah tradisional biasa menjual hasil panennya dengan sistem ijon kepada tengkulak atau pemborong.Buah yang masih ranum ini oleh para tengkulak dikarbit agar cepat matang, sehingga kualitas buah semakin jelek karena cepat busuk.

Menurut data BPS, volume impor buah Indonesia hanya 2,5% dari total konsumsi dalam negeri. Hal inilah yang cukup menggembirakan kondisi perbuahan nasional. Hal ini mengindikasikan bahwa volume impor buah Indonesia masih kecil dan dalam taraf wajar. Tatkala kita kaji ulang, sebenarnya Indonesia mampu menjadi produsen buah yang besar layaknya Thailand. Negeri “Zamrud Khatulistiwa” adalah julukan yang cocok bagi negara kita mengingat bangsa kita diberkahi kekayaan alam berlimpah, bermacam plasma nutfah ada di sini. Dari berbagai jenis buah tropis yang ada, alam Indonesia juga memiliki berbagai jenis buah diantaranya mangga(golek, manalagi, gadung, podang,dll), jeruk(Bali, manis, Pontianak), salak(pondoh, Bali), pisang(raja, Ambon, kepok,dll). Seharusnya dengan produk andalan tersebut, Indonesia dapat menyaingi Thailand. Namun, mengapa hal ini tidak terjadi? Mungkin disebabkan kurang profesional dan kerjasama antara pemerintah, perangkat terkait di bawahnya hingga petani buah. Sehingga produk buah lokal kalah pamor dari segi kualitas.

Berdasarkan fenomena diatas, potensi buah lokal harus dioptimalkan agar prospek perbuahan semakin cerah. Bagaimana cara pembenahan agrobisnis buah Indonesia?

  • Ikhtiar konsisten pengekspor buah seperti Thailand patut kita adopsi

  • Manajemen yang baik dimulai dari perencanaan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, standardisasi mutu hingga pemasaran

  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi dengan menerapkan teknologi pertanian mutakhir

  • Kemudahan akses informasi bagi para petani tentang teknik produksi dengan teknologi mutakhir dan informasi jaringan pelaku bisnis (produsen-distributor-pasar-konsumen).

Dengan hal itu semua, tak ayal lagi jika kiprah perbuahan Indonesia dalam perdagangan dunia semakim meningkat sehingga surplus devisa dari dunia buah lokal semakin mengalir deras.

“pernah diikutkan lomba esai HORTICULTURE GOES TO SCHOOL FAPERTA UNIBRAW 2006″

Komentar bertahan »

PUITIS APA KRITIS ????

 

SEKERAT WASIAT SANG RAKYAT

 

Lima April Dua Ribu Empat

Itulah waktu yang tepat

Menyambut gemuruh pesta rakyat

Coblos beliau yang amanat

Tuk wujudkan janjinya yang hebat

Dentang jam bergulir cepat

Wakil Rakyat Yang Terhormat

Duduk nan gagah di tamouk tongkat

Pada tahta yang amanat

Selamat berjuang!

Tunaikan segala harapan rakyat

Nyanyian sang penunjuk waktu, buat hamba rindu

Akan sgala janjimu kala itu yang buat mata terpikat tuk coblos gambarmu

Diam hamba, bukanlah bisu!

Atas segala rupa kebijakanmu

Nurani hamba tersenyum pilu

Tak daya hamba mengoyak tempaan palumu

Dendang lagu sendu, kian menggebu

Bagai penawar rindu atas sgala janjimu

Hamba kenyang olehmu Bukan juga kenyang akan realita ucapanmu

Tapi kenyang omongan gombalmu

Sepucuk harap dari rakyat

Wujudkan manis madu yang kau buat

Jangan jadi pengkhianat pada Republik Yang Terhormat

 

 

 

 

 

SECERCA ASA PUCUK SUMATRA

 

Dua puluh enam Desember Dua Ribu Empat

Terpatri erat pada relung Persada

Kala sang surya perlahan merekah

Percikan gelombang merombak Serambi Mekah

Marahkah Engkau pada kami?

Inikah azab bagi kami?

Atas sgala dosa yang kami semai

Apakah ini yang harus kami tuai?

Ya Maha Penguasa Ala mini

Dentang waktu saat itu

Mencabik hati kami yang pilu

Merenggut senyum dari mulut hamba-Mu

Bibit asa dan cita tlah pupus

Membekas lara dan duka yang bertalu-talu

Hamba duduk bersimpuh kepada-Mu, Ya Robbi

Melantunkan doa suci ke pangkuan-Mu

Ya Illahi

Ampuni segala khilaf kami

Hamba berjanji

Tanam segala puji

Agar tak ada korban lagi tas kemarahan Illahi

Yang menimpa hamba-Nya yang bejat ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SENSASI TANPA HENTI

 

Sebuah negeri di garis lini

Berpegang adat tradisi

Menjunjung tinggi asas religi

Tuk raih hati Ya Illahi Robbi

Sebuah negeri bertaman surgawi

Lembah subur tuk mengais rizki

Pornografi pornoaksi bebas beraksi

Mewarnai layar negeri

Usutpun gagal lagi!

Pornografi bercadar seni

Apakah ini namanya balas budi pada pejuang di pelukan Illahi?

Sebuah negeri berdemokrasi

Free seks tak lagi sepi

Prostitusi tak lagi inovasi

Apakah ini namanya ekspresi, moral bangsa yang terdekadensi?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KSATRIA PENGUASA CILANGKAP

 

November Dua Ribu Empat, gonjang-ganjing pucuk komando

Tak jua datang penerus tampuk Sang Jenderal,Endriartono

Satu setengah tahun berlalu penuh liku

Isu regenerasi Sang Panglima smakin tak tentu

Bulan pembuka dua ribu enam

Jawab pasti Sang Bapak Republik , Presiden Yudhoyono

Sang ksatria udar tlah tiba

Nampak gagah mendarat di Istana Negara

Menenteng janji, Djoko Suyanto lah orangnya

Liku terjal raih tongkat Sang Panglima

Tak kau hirau walau palu godam menempa

Satu per satu kau habisi

Dengan otak yang sarat capability

Coba gapai hati Sang Birokrasi tuk rebut estafet Cilangkap

Daur prajuri TNI sampai pelosok negeri

Mulai dari introspeksi

Tuk hindari friksi di kalangan institusi

Redam isu politisi

Percantik TNI jadi alat legitimasi negeri

yang berjiwa demokrasi

Sebagai pengayom rakyat di bumi pertiwi

Komentar bertahan »

SUPERMAN’S REVIEW

 Superman Returns” is a movie that loved not only children but also teenagers. In the Hollywood usually the comic’s story is became a movie such as Batman, Spiderman, X-Man and Superman. Superman is a figure who can fly like bird and his body can’t be penetrated by projectile. So, Superman is famous as a strong man.

This film is reviewed by Lindayati Sa’idah

  • Title : SUPERMAN RETURNS

  • Genre : Science Fiction Films

  • Publication Permit No : STLS/1342/VCD/D/02.2007/2006

  • Writer : Bryan Singer

  • Editor : John Ottman, Elliot Graham

  • Production Designer : Guy Hendrix Dyas

  • Cinematography : N. Thomas Sogel

  • Date of Production : 2006

  • Staring :

    • Brandon Routh as Clark Kent/ Superman

    • Kate Bosworth as Lois Lane

    • James Marsden as Richard White

    • Frank Langella as Perry

    • Eva Marie Saint as Martha Kent

    • Parker Pasey as Kitty Kowalski

    • Marlon Brando as Jor- El

    • Kall Penn as Stanford

    • Tristan Lake Leabo as Jason White

  • Length : 150 minutes

  • Published by : Warner Bross Home Video

  • Price of VCD : Rp 49.000,00

During five years, Superman sought his home on a planet, Krypton. After that, he came back to the earth, He hope , he will feel so happy because he meets his mother, Martha Kent and his girl friend , Lois Lane. Otherwise, he feel so sad and disappointed since his girl friend, Lois Lane have just married with Richard White and she also has a son, Jason. Moreover, When he knows that Lois Lane won a Pulitzer for her article and the title is “Why The World Doesn’t Need Superman”. It is so dramatic, despite of his upset, he still does his duty to savethe others well. In the end of this movie, Superman defeats Lex Luthor’s plan successfully.

The film-maker, Bryan Singer can choose and find the successor of Christoper Reere (the old actor of Superman) well. He is Brandon Routh, He can play his part well and he looks innocent. His physical condition resemble Christoper Reere. In the other side, Kate Bosworth as Lois lane who is workasholic woman as ajournalist played beautifully. Unfortunetly, a fighting between Superman and Lex Luthor is appeared only once in the end of this movie. It isn’t interesting. Whereas, Lex Luthor is the most enemy of Superman.

Despite being uninteresting the ending, Superman is over marketed. Many viewers have a great enthusiasm for this movie. Moreover, this movie has great moral value,”We have to do public interest, without defeat our own interest”. Finally, this movie is attractive and tremendously. So, if you have spare time, you can watch it for your entertainment at your home.

Komentar bertahan »

ANGGREK NAN EKSOTIK UNTUK MENGAIS REJEKI

 Anggrek merupakan salah satu bunga favorit semua orang, selain bunganya cantik dan unik, mahkota bunganya yang full colour juga memikat hati. Anggrek merupakan tanaman hias yang ekonomis jika ditinjau dari segi lahan karena tanaman anggrek tidak membutuhkan lahan yang luas. Anggrek bisa digantung diteras rumah atau ditempel di pohon. Media tanamnya pun juga bervariasi ada yang ditanam di tanah, di pot, sabut kelapa bahkan arang. “Anggrek” merupakan salah satu nama keluarga, jika ditinjau dari para anggotanya, keluarga anggrek memiliki berjenis – jenis anggota. Dari masing – masing anggota anggrek tersebut memiliki karakteristik morfologi (bisa dilihat dari tampilan luar secara langsung), karakteristik lingkungan tumbuh yang berbeda serta teknik pembudidayaannya yang berbeda pula. Bunga anggrek terdiferensiasi dalam 5 kelompok besar, yaitu:

  •  
    •  
      •  
        • Anggrek Dendrobium, merupakan jenis anggrek yang banyak disukai karena rajin berbunga, perawatan dan bibitnya mudah didapat dan harganya yang murah. Anggrek ini dapat ditanam di pot maupun ditempel di pohon. Dendrobium ini tumbuh baik pada lingkungan lembab, intensitas cahaya 50%-60% dengan lama penyinaran 10 jam/hari.

        • Anggrek Bulan (Phalaenopsis), terdiri dari beberapa jenis seperti, Phal.amabilis yang merupakan anggrek asli Indonesia yang diangkat sebagi “Puspa Pesona”. Ada juga Phal. violacea yang warnanya perpaduan hijau muda, kuning dan pink cerah. Anggrek ini membutuhkan cahaya 10%-15% dengan lama penyinaran 8 jam/hari.

        • Vanda,terdiri dari vanda tanah dan vanda berdaun lebar/sabuk yang biasa ditanam di pot/ditempel di pohon. Vanda tanah dapa hidup di tempat tanpa naungan dengan intensitas cahaya yang besar, sedangkan vanda berdaun memerlukan sedikit cahaya seperti V.tricolor dan Ascocenda.

        • Cattleya,yang ditemukan oleh William Cattleya. Anggrek ini bergerombol, warnanya bervariasi yang didominasi two tone color. Cattleya memerlukan cahaya 20%-30% dengan lama penyinaran 8 jam/hari.

        • Oncidium, bunganya kecil, bergerombol, warnanya didominasi kuning dengan totol-totol coklat/merah tua. Anggrek ini memerlukan cahaya 60%-75%.

Berdasarkan uraian diatas secara umum dapat disimpulkan bahwa pembudidayaan anggrek cukup simple, yakni media tanam dapat berupa tanah langsung, sabut kelapa atau arang; tempat naungan anggrek dapat di teras rumah,di pohon yang teduh ataupun di green house dan; perlunya pencukupan air, cahaya, pupuk dan kelembaban lingkungan.

Dari uraian tersebut, menanam atau merawat anggrek tidak hanya dilakukan sekadar pengisi waktu, hoby ataupun penghilang stress dari kesibukan sehari-hari. Apabila ditekuni, pekerjaan yang sekadar hoby ini dapat menjadi sarana bisnis untuk menambah income. Dari satu jenis tanaman hias seperti anggrek yang berjenis-jenis dapat dimanfaatkan untuk,

  • Bisnis hand bouquete, yakni merangkai bunga potong untuk berbagai keperluan diantaranya rangkaian bunga meja dari jenis anggrek Dendrobium, Arachanis Maggie Oei, Aranthera James Storii,Cattleya dan Oncidium . Selain itu sebagai rangkaian bunga krans untuk ucapan selamat/berduka cita dari jenis anggrek vanda Genta Bandung.

  • Bisnis seni dekorasi taman, bagi mereka yang menggeluti dunia eksterior berbagai tanaman hias seperti anggrek pun turut menentukan nilai estetika. Penampilan anggrek yang memukau jika diberi sedikit sentuhan seni akan dapat menciptakan suasana taman yang elok.

  • Perdagangan bunga berskala internasional, jika kegiatan ini terus dikembangkan tak ayal lagi jika devisa negara terus bertambah, seperti halnya Belanda yang menduduki peringkat 6 dunia sebagai pengekspor bunga.

Katakan Damai Dengan Bunga”, demikianlah ungkapan yang cocok dikemukakan saat ini. Karena keindahan sekuntum bunga akan memberikan kedamaian dalam hati. Tanaman hias seperti anggrek tidak hanya mewakili perasaan kita, namun juga dapat membantu mendamaikan keadaan ekonomi hidup kita jika kita olah potensinya secara optimal.

“pernah diikutkan dalam lomba esai bertajuk HORTICULTURE GOES TO SCHOOL FAPERTA UNIBRAW 2006″

Komentar bertahan »

LAM KENAL!!

       Seneng banget akhirnya gue bisa berbagi disini. I hope not only I but also u can enjoy it. Hehe

Di sini cz masih sekadar perkenalan pertama. q g akan nulis macem-macem dulu tapi besok dan kedepannya q akan nulis yang lebih caem, bmutu n canggih.

Sekian dulu,q cari ide dulu n sekarang juga mw kuliah dulu.

See you guys :-) )

Komentar bertahan »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1) »